UPDATE BANJIR BANDANG TERJANG MAMUJU TENGAH, 4 TEWAS, 1 HILANG

Penanganan darurat banjir bandang di Mamuju Tengah masih dilakukan hingga saat ini. Banjir bandang menerjang Desa Salolebo dan Desa Tabolang, Kec Topoyo Kab. Mamuju Tengah, Sulawesi Barat pada Senin (18-11-2013) pukul 18.30 Wib. Hujan deras di daerah pegunungan menyebabkan banjir bandang membawa lumpur dan kayu gelondongan. 4 orang meninggal yaitu: Dahlia (P, 40), Nanah (P, 25), Akse (L, 30), dan Rahma (P, 5). Satu orang masih hilang (Rizky, L, 3), hingga sore ini belum ditemukan. Satu orang luka patah kaki (Sultan, L, 47) dan dibawa ke rumah sakit terdekat. 

Data sementara ada 71 rumah rusak berat dan 316 rumah rusak ringan. Kerusakan fasilitas umum seperti masjid, jembatan, saluran irigasi dan sebagainya masih dalam pendataan. Jumlah pengungsi 339 jiwa. Pengungsi berada di tenda pengungsi dan Balai Desa serta di rumah sanak saudaranya.


Kemungkinan banjir bandang terjadi akibat pembendungan alamiah di bagian hulu yang kemudian jebol menerjang bagian hilir. Bendungan alamiah terjadi akibat adanya longsor tebing dan membendung alur sungai. Saat hujan deras bendungan tersebut jebol dan mebawa lumpur dan kayu-kayu gelondongan.


Pencarian korban hilang masih dilakukan oleh tim gabungan dari TNI, Basarda, BPBD, Polri, Tagana dan masyarakat dengan melakukan penyusuran sungai dan mencari di bawah material kayu-kayu. Bupati Mamuju Tengah telah menetapkan masa tanggap darurat selama 3 hari yaitu 19-21 Nov 2013 dan kemungkinan akan diperpanjang. BPBD Mamuju Tengah sudah memberikan bantuan beras, family kits dan sandang.


Info lanjut: Mustam Basran (BPBD Sulbar) +6281241585847


Sutopo Purwo Nugroho

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Related posts