PERAN SERTA HIPMI DALAM MISI KEMANUSIAAN

Sentul (22/2) Segitiga dalam logo BNPB mempunyai makna yang sangat mendalam dan dapat menggambarkan peran serta seluruh unsur bangsa dalam misi kemanusiaan. Kolaborasi pemerintah, lembaga usaha dan masyarakat memegang peranan penting untuk mempersiapkan dan membangun ketangguhan bangsa menghadapi bencana.

BNPB melalui Kedeputian Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada hari ini melaksanakan kegiatan Penguatan dan Fasilitasi Forum Pengurangan Risiko Bencana untuk membangun kemitraan dalam misi kemanusiaan di INADRTG Sentul, Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti oleh HIPMI seluruh Indonesia yang berjumlah 125 peserta. Perwakilan HIPMI Dari Sumut, Sumbar, DIY, Kalteng dan Sulut diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan tantangan yang dihadapi oleh dunia usaha selama masa tanggap darurat.


Fokus diskusi antara fasilitator dengan peserta cukup beragam, yang membahas dari Struktur BNPB, fungsi koordinasi dan komando Tanggap Darurat, keberadaan BPBD di seluruh Indonesia hingga upaya HIPMI dalam kebencanaan. Peserta diskusi dibagi menjadi 3 kelompok dengan lokus yaitu sinergi dalam fase pra bencana, fase tanggap darurat dan fase pasca bencana.


Kepala BNPB Dr. Syamsul Maarif pada sambutannya menyampaikan, "perlunya koordinasi & kesepahaman BNPB dan dunia usaha dalam mendukung penanganan bencana, untuk memenuhi kebutuhan dalam penanggulangan bencana. Dunia usaha sebaiknya mengetahui perannya guna membantu penanggulangan bencana dan diharapkan dunia usaha berkoordinasi terlebih dahulu dengan BNPB agar pemberian bantuan logistik & penerimaannya dapat terlaksana dengan Baik. Fungsi koordinasi untuk menghindari kesimpangsiuran informasi di lapangan". Pada kegiatan ini juga dilakukan penandatangan MoU Antara BNPB dan HIPMI. Hadir pula  Mr. Radjan - UNOCHA yang menyampaikan prinsip layanan kemanusiaan Internasional dan fasilitator dari Disaster Resource Partnership, Childfund dan BNPB.

Related posts