PENTING, UPAYA PREVENTIF CEGAH BENCANA ASAP KE DEPAN

Pekanbaru (3/7) – Komisi VIII DPR RI menekankan kepada pemerintah daerah pentingnya upaya preventif terhadap munculnya bencana asap ke depan. Hal tersebut disampaikan pada saat perwakilan anggota Komisi VIII meninjau bencana asap di Provinsi Riau, Rabu, (3/7). Sehubungan dengan upaya ini, pemerintah daerah sebetulnya telah menginisiatif upaya-upaya preventif sebelumnya. Beberapa upaya yang dilakukan seperti membentuk masyarakat peduli api di tingkat desa dan kecamatan serta pembuatan posko dan tower. 


Penanganan bencana asap di Provinsi Riau mendapat perhatian dari Komisi VIII DPR RI. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Maarif, bertemu rombongan Komisi VIII sekaligus mengikuti briefing pagi di Posko Satgas Penanggulangan Bencana Asap di kompleks Lapangan Udara Roesmin Nurjadin, pada hari ini (3/7). Kunjungan ini dimaksudkan untuk memonitor secara langsung wilayah yang masih berasap dan dengar pendapat dengan Pemerintah Provinsi Riau.


Pada kesempatan briefing pagi di Posko Satgas, Komisi VIII meminta pihak berwenang untuk memberikan sanski yang keras terhadap para pelaku pembakaran. Menurut Dinas Kehutanan Provinsi Riau dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), perkiraan luas kebakaran dari tanggal 1 sampai dengan 24 Juni 2013 di Provinsi Riau tercatat sekitar 15 ribu hektar. 


Pada pertemuan antara BNPB, pemerintah daerah, dan Komisi VIII DPR RI, Syamsul Maarif mengucapkan terima kasih atas kerjasama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah daerah. “Begitu berat penanganan yang kita hadapi bersama. Saya mengharapkan kerjasama masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha dilibatkan”, tambah Syamsul Maarif. Di tiap-tiap kabupaten dan kota sudah berdiri posko  dan diharapkan pengusaha juga turut melakukan penanganan bersama. Upaya preventif yang telah dibangun di tingkat lokal perlu dikembangkan lagi untuk mencegah bencana asap berulang.


Pembahasan yang menjadi perhatian semua pihak adalah terkait dengan teknologi membuka lahan tanpa membakar. Menjadi dilematis ketika masyarakat setempat membakar lahan untuk kepentingan membuka lahan karena cara ini dinilai murah.


Menutup kunjungan kerja di Riau, perwakilan Komisi VIII DPR RI yang diterima oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, Abdul Latief, meninjau bencana di atas wilayah Dumai. Di sela-sela kunjungan ini, Menkokesra dan Menteri Sosial menyempatkan bertemu Kepala BNPB di Posko Satgas Penanggulangan Asap sebelum melanjutkan peninjauan situasi terkini pasca bencana gempa bumi 6,2 SR yang terjadi di Bener Meriah.


Dalam rangka penanganan darurat bencana asap ini, BNPB memberikan bantuan hibah berupa alat komunikasi dan tenda pengungsi untuk korban bencana. Bantuan tersebut senilai Rp. 1,8 M terdiri dari tenda keluarga 49 unit, tenda pengungsi 7 set, tenda posko 7 set, velbed 60 unit, radio SSB 7 unit, radio RIG 7 unit dan HT 35 unit.

Related posts