HOTSPOT DI RIAU KEMBALI NIHIL

Pekanbaru (9/7) – Upaya keras satuan tugas (satgas) darat dan udara telah memadamkan beberapa titik asap dan api di tujuh kabupten yang terjadi dua hari lalu. Kemudian hotspot berkurang menjadi 3 titik pada Senin malam dan pagi ini. Hari ini citra satelit NOAA 18 mengidentifikasi tidak ada hotspot di wilayah Riau. Hal ini terbantu dengan turunnya hujan deras merata pada Senin malam (8/7). Namun demikian, survey dari satgas udara menemukan ada titik api di Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hulu, dan 1 titik di Siak. 


Pemadaman dengan water bombing mencapai 62.000 liter pada Senin lalu (8/7) dengan dibantu pemadaman dengan satgas darat. Water bombing tersebut dijatuhkan di lokasi Duri, Perarawang dan Siak. BNPB mengerahkan helikopter Sikorsky yang mampu mengangkut 3.500 liter per 1 sorti. Satgas  udara mencatat 42 sorti yang dilakukan Sikorsky untuk wilayah Duri Field. 


Lokasi yang masih terdapat hotspot merupakan lokasi yang memang memiliki lahan gambut yang sulit dipadamkan ketika tersulut api. Selain itu, area gambut tersebut sulit dijangkau dari, khususnya  oleh satgas darat. 


Satgas udara tetap melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) sebanyak total 6 ton dengan menggunakan pesawat Hercules dan Cassa. Sementara itu, water bombing tidak hanya menggunakan Sikorsky tetapi juga tiga heli bolco dan heli dukungan dari Sinar Mas untuk wilayah Perawang dan Siak. 


Satgas darat selain melakukan pemadaman asap juga melakukan patrol dan sosialisasi kepada masyarakat. Sedangkan Satgas penegak hukum terus mengembangkan penyelidikan dan melanjutkan proses hukum terhadap tersangka. 


Pos Komando Satgas Penanggulangan Bencana Asap melaporkan kualitas udara dan visibility siang hari ini (9/7) pada kondisi baik. Visibility atau jarak pandang di Kota Pekanbaru dan Dumai pada 10 km.


Related posts