25

2018-02

Gempabumi 6.1 Mengguncang Pesisir Banten, Tidak Berpotensi Tsunami

BMKG telah melaporkan terjadinya gempa bumi tektonik dengan kekuatan M=6.1 SR pada Hari Selasa, 23 Januari 2018, pukul 13:34:53 WIB, wilayah Samudera Hindia, Selatan Jawa. Gempa tersebut terjadi dengan koordinat episenter pada 7,23 LS dan 105,9 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 43 km arah selatan Desa Cilangkahan, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pada kedalaman 61 km. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Pusat gempa yang berada di darat atau dekat pantai menyebabkan guncangan keras dirasakan oleh masyarakat. Dampak gempabumi yang digambarkan oleh Peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempabumi berupa guncangan dirasakan di daerah Jakarta, Tangerang Selatan, Bogor antara IV-V MMI.

Laporan dari BPBD dan Pusdalops BNPB menyebutkan bahwa gempa gempa dirasakan sangat kuat di Provinsi Banten dan menyebabkan kepanikan. Di Jakarta  dirasakan sangat kuat 15 detik, menimbulkan kepanikan. Di Kabupaten Sukabumi dirasakan selama 10 detik, Kab. Kebumen terasa kuat 5 detik, dan menyebabkan masyarakat panik. Kab. Pangandaran dirasakan cukup kuat selama 10 detik.

Di Jakarta, warga yang sedang bekerja dan beraktivitas di gedung tinggi segera turun dan berkumpul di lokasi yang aman. Pemandangan serupa juga terjadi di beberapa kota lain seperti Bandung, Bogor, dan Bandung.

Kepala BNPB masih terus berkoordinasi dengan BPBD Banten dan sekitarnya untuk melakukan pendataan dampak gempa. Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB telah diperintahkan untuk menuju ke lokasi terdekat dengan pusat gempa untuk melakukan pendataan dan memberikan bantuan penanganan dampak gempa.

Di media sosial telah banyak beredar foto jalan yang retak dan rumah atau gedung yang rusak. Masyarakat dihimbau untuk tidak percaya begitu saja dan diharapkan tetap tenang serta tidak terpengaruh oleh informasi yg tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Humas BNPB

Related posts