BNPB Dukung Peningkatan Kompetensi Kehumasan BPBD Wilayah Banten

PANDEGLANG - Diseminasi informasi bencana sebagai bagian dari pelayanan kehumasan sangat penting dalam meningkatkan kepercayaan publik. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rita Rosita dalam kegiatan Bimbingan Teknis Kehumasan yang berlangsung 27 -29 Juli 2016 di Pandeglang, Banten. Pada acara pembukaan, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan bahwa harapan masyarakat terhadap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sangat besar, khususnya wilayah-wilayah di rawan bencana. Menurut Sutopo, daerah harus mampu segera mengeluarkan pernyataan terkait bencana di daerahnya. Sementara itu, perwakilan dari BPBD Tangerang Selatan Aceng Asep mengungkapkan bahwa kehumasan selama ini selalu berada di Sekretariat Kabupaten. Padahal BPBD sangat membutuhkan humas yang segera dapat memberikan informasi ke masyarakat. "Materi kehumasan sangat bagus dan ini belum pernah saya dapatkan sebelumnya. Ini sangat membantu dalam pekerjaan di BPBD, seperti pentingnya membangun media center," tambah Asep terkait dengan bimbingan teknis yang diselenggarakan Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB. Latar belakang tersebut mendorong BNPB menyelenggarakan bimbingan teknis kehumasan BPBD provinsi, kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Provinsi ini tergolong sebagai wilayah yang memiliki indeks risiko bencana tinggi. Di sisi lain, Banten memiliki wilayah yang dikategorikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Terkait dengan upaya tanggap darurat, BPBD di wilayah Banten masih memiliki tantangan dalam bidang kehumasan. Hal ini disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Pandeglang Doni Hermawan pada penutupan bimtek yang dihadiri 35 perwakilan dari BPBD provinsi, kabupaten dan kota. Peserta bimtek berasal tidak hanya dari BPBD tetapi juga Dinas Komunikasi dan Informatika, TNI dan Polri. Sementara itu materi kehumasan yang diberikan oleh narasumber dan instruksi antara lain komunikasi publik, rilis pers, fotografi, media sosial dan media center, sedangkan materi pendukung antara lain sistem penanggulangan bencana dan InAWARE. (PHI)

Related posts