60% Hotspot Berkurang

PEKANBARU - Kepala Staf Presiden (KSP), Teten Masduki mengatakan sejak pertama kali Pak Willem Rampangilei dilantik menjadi Kepala BNPB, prioritas utama adalah atasi kebakaran hutan dan lahan. "Alhamdulillah berdasarkan analisis Kantor Staf Presiden, tahun ini hotspot (titik panas) kebakaran hutan dan lahan berkurang 60%" ucapnya. Sesuai instruksi presiden, ada 3 hal yang harus dilakukan antara lain adalah pencegahan kebakaran hutan dan lahan, penegakan hukum, dan pemberdayaan masyarakat. "Jika terlihat ada api, segera padamkan sehingga kebakaran tidak meluas"tambahnya. Senada dengan KSP, Gubernur Riau Ir.H. Arsyadjuliandi Rachman, M.B.A juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama berani mengukir sejarah Riau tanpa asap. "Maka dari itu diperlukannya partisipasi masyarakat dan dunia usaha. Mari bersama kita cegah kebakaran hutan dan lahan di Riau" ucapnya. Selanjutnya Danrem Riau Brigjen Nurendi memaparkan "Sejak Gubernur Riau menetapkan Riau Siaga darurat asap, kami telah melakukan patroli darat, dan patroli udara. Jika terlihat kebakaran hutan dan lahan langsung dilaporkan ke satuan petugas (satgas) untuk melakukan pemadaman segera dengan peralatan seadanya. Serta sosialisasi kepada masyarakat langsung dari pintu ke pintu" ungkapnya. Selain itu, mendinginkan lahan gambut, water bombing, membuka pos pelayanan kesehatan di kecamatan dan kabupaten. "Rencana kontinjensi sudah kami lakukan dan sudah didokumentasikan dalam bentuk buku, serta menjadi rekomendasi Menkopolhukam untuk penanganan Karhutla di provinsi lain"tambahnya. Ada 64 titik kuat di Riau yang rawan dibakar, sehingga dibentuk kekuatan untuk menjaga wilayah tersebut yang berisi satgas gabungan antara lain TNI, Polisi, BPBD, Manggala Agni, masyarakat, dunia usaha dan sebagainya. Strateginya di antara 64 titik tersebut dijadikan tempat latihan militer yakni tempat latihan menembak TNI dengan peluru tajam selain untuk latihan juga untuk menjaga agar tidak ada yang membakar hutan dan lahan dengan sengaja. Kepala BNPB Willem Rampangilei menjelaskan tujuan KSP ke Riau adalah ingin melihat secara langsung yang sudah dilakukan daerah dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan."Serta mendapatkan informasi dari sumbernya sehingga Presiden mendapat masukan yang tepat dan daerah dapat maksimal sebaik-baiknya dalam mengatasi penanganan kebakaran hutan dan lahan" jelasnya. Pada pertemuan Siaga Darurat Karhutla Provinsi Riau dihadiri antara lain Kepala Staf Presiden, Kepala BNPB, Gubernur Riau, Kapolda Riau, Danrem dan Badan Restorasi Gambut, perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, SKPD terkait, serta Bupati/Wakil Bupati Provinsi Riau (21/7) di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Selain itu, rombongan juga melakukan pantauan udara langsung menggunakan helikopter. (acu).

Related posts